Anasera's Days
Anasera 1 mo
Anasera 2 mo
Anasera 3 mo
Anasera with mommy
Keseharian bersama Anasera ternyata cukup memakan waktu, but it worths every second..awal-awal sepertinya tidak bisa berbuat apa-apa selain menyusui, mandi, ganti popok, menemani tidur, dan kemudian diulang kembali. Menyusui tiap 1 jam pada awalnya, kemudian tiap 2 jam sekali, dan itu diselingi dengan ganti popok. Karena takut anak bayi terhimpit di antara dua orang tuanya yang lumayan besar-besar, jadi Anasera dari bayi sudah ditidurkan di box (awal-awalnya), jadi tiap jam musti bangun dari tempat tidur ketika malam hari sampai paginya untuk menyusui. Lalu, kemudian anaknya mulai merasa kalau dia dipisahkan sendiri di box, jadi mulai tidak betah lama-lama tidur di box, frekuensi tangisannya semakin sering dalama jangka waktu semakin pendek. So, akhirnya ketika sudah tengah malam, terpaksalah si bayi dipindahkan ke tempat tidur, di tengah-tengah kita, karena mamanya berpikiran lebih sigap menahan papanya daripada tempat tidur di tempelkan ke dinding dan dia terbentur atau terdesak di sana tanpa mamanya sadar, karena dinding tidak bersuara dan bergerak.
Tak terasa sebulan berlalu, aku tak tahu seperti apa pengalaman ibu-ibu lainnya, tapi apa ini aku saja yang selama sebulan pertama, kehidupanku hanya seputar Anasera, tidak capek sih, ya mungkin sedikit..atau bukan capek lebih ke kurang tidur, namun Anasera adalah anugerah terindah dan terbaik...karena meskipun masih bayi, dia adalah anak bayi yang manis. Menangis hanya untuk minta susu dan ganti popok, selebihnya dia tidak menyusahkan. Tidak susah untuk diitdurkan, tidak menuntut untuk digendong terus menerus. Hanya saja ada satu kendala, waktu hamil besar, tangan kanan sempat terkilir karena menahan beban ketika bangun dari tempat tidur. Tidak tuntas diurutnya, dan ketika harus sudah mulai menggendong bayi, sakit itu muncul kembali. Jadi Anasera, belum umur sebulan sudah diajak mamanya mijet di tempat refleksi ;) Alhamdulillah tidak apa-apa anak mama. Dan ternyata sakitnya sampai sekarang, karena anak mama ternyata pertumbuhannya, alhamdulillah, lumayan pesat. Pada bulan pertama naik 800gr, bulan berikutnya naik 1kg, dan bulan ke tiga Anasera naik 1,3kg, yang mana dokternya bilang Anasera pertumbuhannya di bulan ini berada di luar kurva, jadi pemberian ASI hanya by request bukan setiap dua jam sekali seperti dulu. Tapi, memang memasuki umur 2 bulan, aku juga membiarkan dia yang minta, karena suka ga tega bangunin di malam hari kalau dia sudah nyenyak bobonya. Karena seiring umurnya bertambah, bobonya pun mulai berkurang. Bahkan sepertinya dia mengikuti pola tidur mamanya yang suka susah tidur cepat di malam hari, tapi dia tetap bangun pagi, baru beberapa jam kemudian tertidur lagi.
Pengalaman Mamak Rempong
Pengalaman mama-mama rempong adalah ketika membawa si baby sendiri untuk check-up atau do some errands...yang artinya nyetir sendiri, sambil tetap siaga satu jikalau anak menangis harus menepi dulu untuk menyusui, dan membawa perlengkapannya sendiri mulai dari diaper bag sampai stroller, yang ternyata ukurannya lumayan besar. Alhamdulillah so far Anasera kalau pergi berdua saja sama mamanya di mohil relatif aman, dia bisa tidur selama perjalanan. Hanya saja ketika sampai pada tempat tujuan, seperti rumah sakit, supermarket atau mall, lumayan dia mau tidur di stroller pas mamanya makan, tapi kalau sudah bosan, mama harus menggendong sambil mendorong stroller judulnya ;) Awal-awal it's no problem, karena tenaga ibu ternyata dikasih Tuhan memang untuk tujuan ini, tapi ternyata Anasera di usianya yang masih bisa dibilang baby ini beratnya seperti balita :0 Jadi ketika suatu hari mama punya pengalaman harus bawa Anasera kontrol sendiri ke dokter, di pagi hari di RSPI yang kalau cari parkir itu susah, setelah susah cari parkir musti turunin stroller sendiri, dan ketika menunggu dipanggil dokter, Anasera mau susu dulu, ganti popok, dan setelah ditimbang tidak mau ditidurin di stroller lagi, jadi harus menggendong sambil dorong stroller. Sebenarnya sih tidak apa-apa juga karena aku sudah mulai terbiasa, tapi melihat sekeliling melihat mama-mama yang lain ditemani ibunya atau suaminya, dan ibunya sambil menggendong cucunya atau menemaninya di stroller sementara mamanya bicara dengan suster atau mengantri bayar, dan ketika mamanya menyusui, ibunya menemani, kok hati ini sedikit sedih ya...jadi kangen sama almarhumah mama....sementara aku sedang bersusah payah membenarkan gendongan si bayi sambil mendorong stroller. Well...it happens...memang tidak bisa dihindari...sampai saat ini aku masih bisa tabah dan ikhlas kalau mama sudah tidak ada, my idol, my role model, my world, but now I have my own little universe...her name is Anasera...
To be continued...anak belum mau bobo-bobo...




Komentar
Posting Komentar