Mengantuk

 Wow aku mengantuk sekali hari ini. Padahal kemarin sudah istirahat seharian. Istirahat seharian dalam kamus IRT adalah setelah buat makan anak, kasih makan anabul, beberes rumah, nyuci piring, jemur baju, baru lanjut rebahan di tempat tidur. Setelah mengikuti bazaar snack pertama kali setelah lama vakum, masak semalaman sampai begadang ternyata bukan pilihan lagi buat ibu rumah tangga yang berusia di atas 40 dan memiliki anak yang masih usia SD, bahkan baru masuk SD. Kurang persiapan, terlalu banyak ide, dan banyak pikiran bukanlah kombinasi bagus untuk mulai usaha lagi. Terlalu ingin menyelesaikan masalah malah membuat buntu baik otak maupun fisik. Masalah yang dihadapi cukup besar, keinginan untuk menyelesaikan amat sangat jadi terlalu push ekspetasi, yang ketika hasilnya tidak sesuai keinginan, kecewa timbul lagi. 

Banyak yang ingin dilakukan, banyak yang ingin diselesaikan, tapi tenaga ternyata tidak mendukung, atau lebih ke semangat yang tidak 100%. Karena sepertinya banyak wanita di luar sana yang usianya lebih tua dari aku masih aktif berjualan dengan tenaganya sendiri. Mungkin aku terlalu pesimis, hal itu membuat semangat tidak terbentuk seratus persen dan akhirnya hasil tidak optimal. Yang ada hanya mendapatkan rasa lelah dan kecewa. Ya seperti aku saat ini. Badan rasanya lelah sekali, tapi kok ya hasilnya segitu saja. Bukannya aku tidak bersyukur, tapi aku yakin aku bisa melakukan lebih dari ini. Tapi kenapa kenyataannya aku tidak bisa?

Pertanyaan itu kerap muncul di otak. Akhirnya bukannya aku lebih berusaha lagi tapi malah jatuh ke dalam depresi. Rasanya ingin tidur saja, dan bangun-bangun mendapatkan ini hanyalah mimpi buruk. Dan aku sudah terbangun. Tapi tidak begitu kenyataannya. Mimpi buruk tetap ada, kenyataan tetap ada, rasa pesimis tetap ada, yang menjadi pertanyaan apakah semangat aku masih ada?

Harus ada! Karena aku punya anak yang masih sangat kecil dan masih sangat membutuhkan ibunya untuk mendampingi perkembangannya dengan rasa percaya diri dan penuh semangat. Bahagia dan sedih harus dirasakan dan dialami tapi jangan sampai membuatnya putus semangat. Seorang ibu boleh patah semangat dan merasa lelah tapi tetap harus yakin dalam dirinya ada kekuatan super yang dapat membuatnya bangkit. Karena dia tidak ingin putrinya mengalami hal yang sama, tapi tetap berani menghadapi segala kemungkinan.

Mengantuk itu wajar, lelah itu wajar, tapi jangan sampai itu menjadi alasan untuk membuatku kalah dalam menghadapi situasi ini. Demi putriku.

Komentar

Postingan Populer